Polisi Bekuk Anggota Sindikat Sabu

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Bermula dari informasi kerapnya transaksi sabu di kawasan Jl S Parman, kawasan Gunung Malang, tim Satreskoba Polres Balikpapan langsung membentuk tim untuk melakukan pengungkapan. Hasilnya, Senin (6/1), tiga anggota sindikat pengedar narkotika jenis sabu berhasil diamankan di tiga tempat berbeda di Balikpapan.

Kronologi pengungkapan, menurut Kapolres Balikpapan AKBP Andi Azis Nizar didampingi Kasatreskoba AKP Sarbhini, bermula dari penangkapan Usnadi (33) warga Jl S Parman RT 22, Balikpapan Selatan. Ia diamankan tak jauh dari rumahnya di kawasan Gunung Guntur RT 23, Kelurahan Sumber Rejo.

Petugas yang sudah memperhatikan gerak-gerik tersangka langsung melakukan penyergapan. Saat itu, satu poket sabu berhasil disita dari tersangka. “Kami tahu di situ kerap terjadi transaksi sabu. Kita sergap kemudian saat digeledah, ditemukan satu poket sabu di samping tersangka yang saat itu sedang duduk sendiri,” kata Sarbhini, Selasa (7/1).

Dari Usnadi, polisi mendapat informasi sabu tersebut diperoleh dari Trisno alias Eno (28), warga Jl Kilat, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat. Meski sempat mencoba lari dari kejaran polisi dan membuang barang bukti, tersangka berhasil diamankan.

“Saat mengetahui asal sabu, tersangka Eno kami pancing keluar dan bertemu di kawasan Gg Kosgoro, Jl S Parman RT 23, kawasan Gunung Guntur. Di situ tersangka Eno diamankan dengan barang bukti satu poket sabu di dalam kotak korek api yang sempat dibuang di jalanan Gg Kosgoro,” ungkap Sarbhini.

Dari tersangka Eno, polisi mendapat satu nama lain yang merupakan pemasok sabu. Usman (51), warga Jl Letjen Suprapto RT 1, Balikpapan Barat diamankan tak jauh dari lokasi dua tersangka sebelumnya. Yakni di depan warung sate padang di Jl S Parman RT 23, Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Utara. “Usman mengaku sabu di tangan tersangka Eno merupakan miliknya dan berasal dari Aco. Tapi saat kami melakukan pengembangan pada Aco, ternyata sudah melarikan diri,” ujar Sarbhini.

Ketiganya dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.(sar)

Sumber Tribun Kaltim

189 total views, 1 views today

Suka(0)Tidak Suka(0)